Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar belajar siswa dengan penerapan model Problem Based Learning (PBL). Guru menyampaikan tujuan, pokok-pokok pembelajaran, melaksanakan diskusi kelompok, latihan soal, memberikan motivasi belajar dan kesimpulan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Dalam penelitian ini disajikan apa adanya kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mendapatkan gambaran mengenai fakta yang ada dan mendiskripsikan sesuai dengan fenomena. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bersiklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahapan dasar yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pelaksanaan penelitian berlangsung pada bulan November s.d Desember 2020. Adapun yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIPA 2 SMA N 2 SRAGEN yang berjumlah 16 siswa yang beragama Islam. Pengumpulan data dilaksanakan dengan perecanaan, observasi an tes Teknik analisis datayang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif.
Hasil belajar siswa saat pembelajaran sangat diperlukan agar proses pembelajaran yang bermakna dapat berlangsung efektif. Hasil belajar saat pembelajaran sangatlah penting, sebab hasil belajar siswa menjadi penentu bagi keberhasilan pembelajaran yang dilaksanakan. Permasalahan yang ditemukan di kelas XI yaitu kurangnya hasil belaja Pendidikan Agama Islam pada siswa kelas XI MIPA 2 SMA N 2 SRAGEN. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam pada siswa kelas XI MIPA 2 SMA N 2 SRAGEN dengan menggunakan Strategi Problem Based Learning (PBL) .
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran PAI . Hal ini dilihat dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar dilihat dari rata-rata hasil belajar seluruh siswa maupun rata-rata hasil belajar tiap indikatornya sesuai dengan target yang telah ditentukan. Indikator keberhasilan penelitian ini adalah rata- rata hasil belajar KKM 75 dengan Rata-rata hasil belajar dari keseluruhansiswa adalah pada tahap pra siklus sebesar 43,75%, siklus I sebesar 56,25% siklus II sebesar 68,75% dan sikuls III sebesar 93% . Penelitian dihentikan pada siklus ketiga mengingat indikator kinerja telah tercapai.
Sragen. MKKS SMA Kab. Sragen mengadakan Workshop persiapan launching “DAPODIK (Data Pokok Pendidikan) Versi Tahun 2022 pada Satuan Pendidikan SMA Negeri dan Swasta, Selasa, 28 Desember 2021, bertempat di Aula SMA Negeri 2 Sragen. Acara dihadiri oleh seluruh kepala sekolah dan operator dapodik SMA Negeri dan swasta di Kab. Sragen, dengan narasumber Bpk. Suhud Maryono, S.Pd.,M.H. selaku koordinator dapodik dan simtun Kab. Sragen.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Sragen, Bapak Sukarno, S.Pd.,M.Si. selaku tuan rumah. Sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Drs. Wasiyo, M.Pd. selaku Ketua MKKS Kab. Sragen.
Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan Pengukuhan dan Penyerahan Surat Keputusan Koordinator Layanan Pendidikan SMA Kab. Sragen dengan tujuan memperlancar berbagai urusan layanan pendidikan. Adapun Tim Koordinator masa bakti tahun 2022-2025 tersebut adalah Gita Eka Setyasari, S.Pd., Koordinator DAPODIK, Sarjito Hadi Surjo, Koordinator TPG, Tri Karyanto., S.Pd, Koordinator PPDB, Ahmad Taufik Setiawan, S.Pd, koordinator ANBK, Farida Ika Astuti, S.Kom., Koordinator PIP, Nino Ardi Mariana,S.E., Koordinator asset, Dra. Ambar Sulistyani Koordinator SIPERKASA dan Ahmad Naa’im, S.Pd., Koordinator PMP. Dalam kesempatan tersebut, Drs. Wasiyo,M.Pd. selaku ketua MKKS menyerahkan SK Koordinator sekaligus memberikan ucapan selamat bekerja dan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan dilandasi rasa ikhlas.
Kegiatan workshop ini juga menjadi kegiatan dialog interaktif antara operator dan kepala sekolah, khususnya tentang Dapodik dan juga permasalahan pencairan TPG di SMA Kab. Sragen, ke depan kegiatan seperti ini akan menjadi agenda rutin dan akan dilaksanakan setiap bulan untuk menghasilkan pelayanan yang prima bagi peserta didik, pendidik, dan tendik. Acara diakhiri dengan bacaan doa yang dibacakan oleh Bapak Ahmad Taufik Setiawan, S.Pd.
LAPORAN AKSI NYATA MODUL 1.4 PENERAPAN BUDAYA POSITIF
TUGAS INDIVIDU MODUL 1.4.a.10 AKSI NYATA
Nina Ariesta
SMAN 2 Sragen
Calon Guru Penggerak Angkatan 4 Kabupaten Sragen
1. Latar Belakang
Kesadaran dalam menerapkan disiplin positif di lingkungan SMAN 2 Sragen mayoritas masih berdasarkan motivasi ekstrinsik. Realisasi di lapangan masih menganut reward dan punishment. Komunikasi yang dibangun masih satu arah, peran atau kontrol guru hanya sebagai penghukum bagi murid, belum mencapai tahap manajer seperti kondisi ideal yang diharapkan.
Kondisi ideal dalam menanamkan sikap disiplin pada murid harus bermula dari kesadaran diri atau tumbuhnya motivasi intrinsik. Menanamkan Budaya positif di sekolah juga merupakan upaya untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Upaya lain yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran murid menjadi pribadi yang berempati dan berbudaya disiplin positif adalah membangun komunikasi yang baik.
Oleh karena itu untuk mewujudkan hal tersebut, keyakinan kelas dan kampanye budaya positif 5 S dipilih sebagai salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan motivasi intrinsik mewujudkan disiplin positif di SMAN 2 Sragen.
2. Deskripsi Aksi Nyata
A. Tujuan Aksi nyata
Terwujudnya visi sekolah melalui budaya positif
Terbentuknya karakter disiplin yang kuat
Menumbuhkan dan menguatkan karakter positif melalui pembiasaan-pembiasaan positif.
Menumbuhkembangkan karakter profil pelajar pancasila yaitu pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai pancasila.
B. Tolok Ukur
Untuk mengetahui dan mengontrol sejauh mana kegiatan ini dilaksanakan serta terarah pada tujuan yang sudah ditetapkan, maka tolak ukur yang digunakan adalah sebagai berikut:
Terbentuknya keyakinan kelas sebagai landasan dalam memecahkan permasalahan yang ada di kelas. Keyakinan kelas ini dibentuk dan disepakati oleh murid dan wali kelas.
Konsistensi peserta didik (murid) dan wali kelas dalam menjalankan keyakinan kelas
Murid sudah menunjukkan menguatnya karakter positif seperti religius, disiplin, peduli, toleransi, gotong royong, dan bertanggung jawab pada proses pembelajaran, kegiatan di sekolah, maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Membudayanya budaya positif 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan dan Santun
C. Linimasa tindakan yang akan dilakukan:
Mengomunikasikan dengan pihak-pihak terkait, Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah dan semua warga SMAN 2 Sragen.
Sosialisasi Budaya positif 5S, berupa pembagian poster kepada seluruh warga di sekolah.
Membuat Keyakinan kelas dengan kelas XI MIPA 6.
Merefleksi kegiatan dalam rangka membudayakan kebiasaan positif di sekolah
D. Dukungan Yang dibutuhkan
Kepala Sekolah dan Rekan Sejawat
Orang tua / Komite
Murid
Sarana dan Prasarana
Media yang diperlukan
Dalam menciptakan budaya positif di sekolah dibutuhkan sinergi antarpemangku kepentingan di sekolah. Sehingga budaya positif tersebut dapat menjadi suatu kekuatan unuk menerapkan disiplin positif sekolah. Strategi yang saya lakukan untuk menanamkan budaya positif di sekolah adalah membuat keyakinan kelas dan kampanye budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan dan Santun) kepada seluruh warga sekolah.Strategi ini saya lakukan sebagai penguatan budaya positif yang sudah ada di sekolah kami, yaitu SMANDA SMART (Santun, Mandiri, Aktif, Religius, Tangguh). Budaya positif tersebut sering disosialisasikan dengan menggunakan sebagai jargon sekolah.
Langkah pertama dalam menyusun keyakinan kelas yaitu memberikan pertanyaan pemantik kepada murid, dari pertanyaan tersebut akan muncul harapan-harapan yang diimpikan murid dalam proses pembelajaran. Murid menuliskan keinginan / harapan untuk kelas yang diinginkan di dalam kertas yang sudah dibagi oleh guru kemudian menempelkan tulisannya di kertas yang sudah disediakan.Hasil tulisan dari semua murid menjadi draft keyakinan dan komitmen bersama. Murid merespon, guru sebagai kontrol kelas mengarahkan bagaimana agar keinginan-keinginan yang mereka tuangkan dalam kertas dapat terwujud.
Selain menyusun keyakinan kelas, tindakan untuk menanamkan budaya positif, saya melakukan kampanye budaya positif 5 S ( Senyum, Sapa, Salam, Sopan dan Santun). Dimulai dari mendesain poster untuk disebarluaskan kepada warga di sekolah, selanjutkan melakukan kampanye dengan membagikan poster. Poster berisi ajakan berbudaya positif 5 S dan manfaat yang bisa diambil dari budaya positif 5S tersebut
3. Hasil Aksi Nyata
Adapun hasil dari tindakan aksi nyata yang sudah dilakukan adalah :
Terbentuknya keyakinan kelas, yang sudah disepakati bersama dan akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Respon peserta didik tentu saja merasa senang dan apresiatif, mereka bersemangat melakukan perubahan sesuai keyakinan kelas. Bersemangat untuk menyepakati keyakinan karena motivasi intrinsik untuk menjadi lebih baik.
Menguatnya budaya positif 5S ( Senyum, Sapa, Salam, Sopan dan Santun) kepada semua warga sekolah.
Menguatnya karakter-karakter positif dari murid dan warga sekolah
Adanya poster keyakinan kelas yang dipajang di kelas –kelas
Poster Budaya positif 5 S di kelas-kelas
4. Pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan
Pembelajaran yang didapatkan dari pelaksanaan tindakan aksi nyata dalam membangun budaya positif ini adaah :
Pentingnya membuat keyakinan kelas untuk menumbuhkan motivasi intrinsik pada diri murid.
Adanya dukungan dari berbagai pihak terkait sarana dan prasarana yang memadai dalam usaha membangun disiplin positif.
Semua warga yang terlibat sangat antusias menerima perubahan demi budaya positif yang ingin dicapai. Jika budaya positif terlaksana dengan baik, hal baik yang akan muncul adalah ditandai dengan kesadaran secara inrinsik dalam menerapkan budaya positif.
5. Rencana Perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang
Aksi nyata ini akan diprogramkan secara berkelanjutan pada setiap awal tahun pelajaran. Kolaborasi antara guru dan murid dalam menyusun keyakinan kelas yang berpusat pada murid ini, berisi aspirasi semua peserta didik. Tahapan refleksi akhir semester akan dijadikan acuan pelaksanaan pembelajaran di semester berikutnya. Agenda kegiatan berikutnya adalah sharing dan kolaborasi antar guru mata pelajaran di SMA N 2 Sragen.
Kegiatan selanjutnya adalah menyosialisasikan budaya positif kepada semua pemangku kepentingan, pengimbaskan disiplin positif pada peserta didik, menampung aspirasi dari peserta didik. serta memberi apresiasi terhadap kemajuan dan perkembangan peserta didik atas pencapaiannya membudayakan budaya positif.
Perubahan yang akan dilakukan, mulai dari diri sendiri adalah berusaha untuk komitmen pada keyakinan kelas yang sudah disepakati, membiasakan diri dengan budaya 5 S, dan menerapkan kedisiplinan. Menerima dan memberikan aspirasi murid dalam menentukan daftar keyakinan kelas bersama. Melakukan refleksi bersama atas kesepakatan yang diberlakukan. Perubahan yang diharapkan akan dirasakan, mampu berempati kepada murid, karena lebih banyak mendengar daripada menginstruksikan, lebih banyak menerima aspirasi ketimbang arahan-arahan yang tidak efektif.
6. Dokumentasi
Proses dan hasil pelaksanaan berupa foto-foto atau video singkat
Proses membuat keyakinan kelas
Kesepakatan Kelas
Budaya 5 S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan dan Santun
Kampanye Budaya 5S kepada guru dan murid
Budaya positif melaksanakan keyakinan kelas menjaga kebersihan, keindahan dan kenyamanan kelas
Find and Join Porn on Telegram: Access Top Adult Content Channels
If you’re looking to explore porn on Telegram, you can find a wide range of adult content easily on this platform. Telegram hosts many NSFW channels where users share explicit material, including adult videos and explicit images. These channels are popular among people interested in adult entertainment and mature content. By joining these adult communities, you can also participate in adult chat, connecting with others who share similar interests. Whether you want to watch adult videos or browse through explicit images, Telegram offers a variety of options to access high-quality mature content safely and privately. With so many NSFW channels available, finding the right adult content to suit your preferences is simple and convenient.
How to Find and Join Adult Content Groups on Telegram
Finding and joining adult content groups on Telegram can be straightforward if you know where to look and how to stay safe. Telegram offers many adult content channels where users engage in adult content sharing and adult content discussions. These groups often focus on adult content media, providing a variety of explicit material for mature audiences.
To start, you can search for keywords related to adult content groups or adult content channels within Telegram. Many groups are public and easy to join, while others may require an invite or approval. Participating in adult content sharing and adult content discussions allows you to connect with like-minded people interested in adult content media.
Searching for Porn on Telegram: Tips and Tricks for Mature Content
When searching for porn on Telegram, it’s helpful to use specific adult links or keywords related to adult content channels. Adult sharing and adult messaging are common in these groups, so look for channels that actively post and discuss adult content. Using the right search terms can lead you to popular adult content channels where you can enjoy a variety of adult media safely.
Use clear keywords related to adult content
Check group descriptions for content type
Look for active adult messaging and sharing
“Always verify the group’s activity level before joining to ensure fresh and relevant adult content.”
Types of Adult Content Available in Telegram NSFW Channels
Telegram NSFW channels offer a wide range of explicit material for mature audiences. This includes adult videos, explicit images, and other forms of adult media. These channels cater to different preferences and provide a safe space for adult entertainment.
Content Type
Description
Explicit material
Photos and videos with adult themes
Adult videos
Various genres and lengths
Explicit images
High-quality adult pictures
Adult media
Mix of videos, images, and chats
Guidelines for Joining Private Adult Telegram Groups Safely
Joining private groups on Telegram requires caution to protect your privacy. Many private groups focus on adult content sharing and adult content messaging within trusted adult communities. Here are some tips to join safely:
Only join groups recommended by trusted sources
Avoid sharing personal information in adult content groups
Use Telegram’s privacy settings to control who can message you
Be cautious with links and files shared in adult content messaging
Popular Adult Content Channels and Communities on Telegram
There are many popular adult content channels and adult communities on Telegram where users engage in adult content sharing and adult discussions. These channels provide a mix of adult entertainment and interactive conversations.
Channels with daily updates on adult content
Communities focused on specific adult entertainment genres
Groups encouraging respectful adult discussions and sharing
Joining these channels and communities can enhance your experience with diverse adult content and active participation in adult discussions.
Features and Highlights of Adult Telegram Channels
Adult content channels on Telegram offer a variety of features that make them popular for users interested in adult content media. These channels provide easy access to explicit material and allow users to engage in adult content discussions. One key highlight is the ability to participate in adult content sharing, where members can exchange different types of adult media safely and conveniently. The platform supports adult messaging, which helps users communicate privately or within groups focused on mature content.
Many adult content channels also include options for joining private groups, giving users more control over who can see and share content. This creates a secure environment for adult content sharing and messaging. The channels often update their content regularly, ensuring fresh material for their members.
Sharing and Messaging in Adult Content Groups
Adult content groups on Telegram are designed to facilitate easy adult messaging and adult content sharing. These groups often include adult chat features, allowing members to discuss various topics related to adult content. Adult content discussions within these groups help users connect and share opinions or recommendations about the content they enjoy.
Here’s what you can expect in adult content groups:
Real-time adult chat with other members
Sharing of adult content media like images and videos
Active adult content discussions to engage the community
Safe and moderated environment for adult messaging
“Adult content groups provide a space where users can share and discuss content while respecting community guidelines.”
Accessing Explicit Images, Videos, and Adult Media on Telegram
Telegram’s adult content channels are a popular source for explicit images, adult videos, and other forms of adult media. These channels specialize in sharing explicit material that caters to various tastes and preferences. Users can find a wide range of content, from high-quality photos to full-length adult videos.
The availability of explicit material on these channels is one of their main attractions. Members can browse through different categories and enjoy content that suits their interests. The channels often organize content for easy access, making it simple to find specific types of adult media.
Content Type
Description
Explicit images
High-resolution adult pictures
Adult videos
Diverse genres and durations
Adult media
Combination of videos and images
Explicit material
Various forms of mature content
Engaging in Adult Discussions and Chat within Mature Content Channels
Mature content channels on Telegram encourage active adult chat and adult discussions among their members. These channels serve as adult communities where people can talk openly about topics related to adult content. Adult content discussions help build a sense of community and allow users to share experiences or advice.
Key features of these channels include:
Open adult chat for sharing thoughts and opinions
Organized adult discussions on different themes
Supportive adult communities focused on mature content
Respectful environment for all participants
Engaging in these discussions enhances the overall experience by combining entertainment with social interaction.
Maintaining Privacy and Security in Adult Content Sharing
Privacy and security are important when participating in adult content sharing on Telegram. Many users prefer private groups to ensure their activities remain confidential. Adult content messaging within these private groups is protected by Telegram’s security features, which help keep conversations and shared content safe.
Tips for maintaining privacy and security include:
Joining only trusted private groups
Using Telegram’s privacy settings to control who can contact you
Avoiding sharing personal information in adult content messaging
Being cautious with links and files shared in private groups
“Protecting your privacy while enjoying adult content sharing is essential for a safe and enjoyable experience.”
FAQ About Porn on Telegram and Adult Content Channels
Many people have questions about adult content on Telegram, including how to find it, share it, and stay safe. Here are some common questions and answers about adult content groups, adult content channels, and adult content sharing on this platform.
Adult content discussions often happen in these groups and channels, where users talk about different types of mature content. Adult content sharing is common, but it’s important to understand the rules and risks involved.
Is Porn on Telegram Legal in Different Countries?
The legality of adult content on Telegram depends on where you live. Different countries have different laws about mature content and adult content channels.
Some countries allow adult content freely.
Others have strict rules and may block or punish sharing adult content.
Legal issues can arise if adult content violates local laws.
Always check your country’s rules before joining adult content channels or sharing mature content to avoid legal problems.
How to Report Inappropriate or Illegal Content in Adult Groups?
If you find something wrong in adult content groups or adult content channels, you can report it.
Use Telegram’s reporting tools to flag illegal or harmful adult content sharing.
Reporting helps keep adult content channels safe and respectful.
Admins of adult content groups also monitor content and can remove inappropriate posts.
Reporting is important to protect the community and stop illegal adult content sharing.
Can I Share My Own Adult Content on Telegram Channels?
You can share adult content media in adult content channels, but there are some things to keep in mind.
Adult content sharing should follow Telegram’s rules and local laws.
Adult messaging in these channels allows sharing photos, videos, and other media.
Some channels may have specific rules about what kind of content you can share.
Always respect the guidelines of the adult content channels you join to avoid being banned.
What Are the Risks of Joining Adult Telegram Channels?
Joining adult content groups and channels comes with some risks related to privacy and security.
Sharing adult content can expose your identity if you’re not careful.
Some adult content sharing may include harmful links or scams.
Privacy risks include data leaks or unwanted contact from strangers.
To stay safe, use strong privacy settings and be cautious about what you share in adult content groups.
How to Stay Anonymous While Accessing Adult Content on Telegram?
Many users want to keep their privacy and anonymity when using adult content channels.
Use Telegram’s privacy features to hide your phone number and profile.
Avoid sharing personal details in adult messaging or adult content sharing.
Join channels and groups that respect user anonymity.
Protecting your privacy helps you enjoy adult content without worrying about being identified.
Aksi sosial dilakukan para siswa SMAN 2 Sragen dengan menggalan dana bagi korban erupsi semeru. Penggalangan dana dilakukan di jalan umum.
Solopos.com, SRAGEN — Murid-murid SMAN 2 Sragen dalam tiga jam berhasil mengumpulkan donasi Rp11.091.400 untuk korban terdampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang.
Waka Bidang Kesiswaan SMAN 2 Sragen, Sumaryanto, menjelaskan para pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Palang Merah Remaja, dan Pramuka menginisiasi penggalangan dana tersebut.
Penggalangan dana dilakukan secara internal yang disalurkan kepada Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan eksternal sekolah, Kamis (9/12/2021), disalurkan kepada PMI Sragen.
“Kemarin dapat Rp11.091.400 dan hari ini akan diserahkan kepada PMI Sragen. Kami mendukung dan mendampingi anak-anak ke beberapa jalan mulai pukul 12.00-15.00 WIB,” kata dia, Jumat (10/12/2021).
Menurut dia, tim menyebar ke sejumlah persimpangan, antara lain persimpangan dekat Alun-alun Sragen, RSUD dr.Soehadi Prijonegoro Sragen, dan persimpangan dekat Kantor Dinas Kesehatan Sragen.
“Kami mengapresiasi upaya siswa sebagai pembentukan karakter dan menumbuhkan rasa empati kepada sesama yang mendapatkan cobaan terdampak erupsi Gunung Semeru,” jelasnya.
Para siswa di SMAN 2 Sragen mempersembahkan puisi kepada para guru pada peringatan Hari Guru, Kamis (25/11/2021).
Solopos.com, SRAGEN – Para siswa di SMAN 2 Sragen mempersembahkan puisi kepada para guru pada peringatan Hari Guru, Kamis (25/11/2021). Para siswa yang menyebar di 30 kelas itu berkompetisi untuk membuat puisi terbaik yang dipersembahkan kepada para gurunya.
Seorang guru mata pelajaran bahasa Indonesia yang juga anggota staf Humas SMAN 2 Sragen, Ediyati Tri S., kepada Solopos.com, Jumat (26/11/2021), menyampaikan selain membuat puisi para siswa juga membuat video. Para siswa membuat ucapan dan harapan untuk para guru. Seperti yang dilakukan para siswa Kelas XII MIPA 3 yang membuat video berdurasi 40 detik.
Secara bergantian mereka secara menyampaikan kata-kata puitis untuk guru. “Ku ingat dengan jelas nasihat-nasihatmu. Kini, aku memahami semua orang hebat adalah berkat guru yang penuh tekad,” ujar para siswa itu.
Ediyati menerangkan setiap karya siswa baik puisi dan video diseleksi dan diambil yang terbaik untuk dibacakan dalam momen Hari Guru. Dari 30 kelas, kata Ediyati, Kelas X IPS 1 yang terpilih menjadi juara.
Puisi karya siswa Margaretha Adinda dengan judul Tanda Terima Kasih. Puisi itu dibacakan Charissa Naflah Imtinan, siswi Kelas XI IPS 1, dalam momentum Hari Guru.
“Sementara untuk video terbaik dari Kelas X MIPA 5 dan Kelas X MIPA 4. Dalam peringatan Hari Guru, para guru mengenakan pakaian kebaya. Selain itu para siswa juga melepas balon sebagai wujud terima kasih kepada guru. Pemenang lomba mendapatkan penghargaan dari guru,” ujarnya.
Guru dan Karyawan SMAN 2 Sragen ingin memberikan teladan tentang toleransi kepada siswa dengan menggunakan pakaian adat di Hari Sumpah Pemuda.
Solopos.com, SRAGEN — Sebanyak 78 orang guru dan karyawan SMAN 2 Sragen mengenakan pakaian adat dari berbagai suku bangsa di Indonesia, Kamis (28/10/2021). Aksi ini dilakukan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-93.
Mereka memakai pakaian adat untuk memberikan contoh kepada para siswanya guna menumbuhkan persatuan dan kesatuan bangsa. Mereka juga mencoba meningkatkan sikap nasionalisme, toleransi, dan hormat menghormati antarsuku bangsa.
Anggota staf Humas SMAN 2 Sragen, Ediyati Tri S, menyampaikan yang mengenakan pakaian adat di sekolah hanya guru dan karyawan. Para siswanya tetap mengenakan seragam. Dia menerangkan para guru dan karyawan ingin memberi teladan kepada para siswa agar memahami budaya daerah dari berbagai suku bangsa di Indonesia.
“Selain itu, dengan berpakaian adat itu juga menunjukkan persatuan dan kesatuan bangsa dan menumbuhkan sikap nasionalisme. Hal ini kami lakukan dengan mengambil momentum Hari Sumpah Pemuda. Hal ini juga untuk menanamkan semangat Sumpah Pemuda. Para pemuda datang dari berbagai daerah untuk berkomitmen menjadi satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air Indonesia,” katanya, saat dihubungi Solopos.com, Kamis siang.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda itu, kata guru Bahasa Indonesia itu, juga diisi dengan kegiatan sosialisasi deteksi dini kesehatan remaja oleh DPRD Provinsi Jawa Tengah. Sosialisasi itu dilakukan secara virtual di Aula SMAN 2 Sragen dan diikuti 100 siswa dan lima guru.
“Para siswa yang ikut berasal dari OSIS, PMR, Pramuka, BK, dan UKS. Kegiatan ini juga diikuti perwakilan dari SMA lainnya, seperti SMAN 1 Sragen, SMAN 3 Sragen, dan SMA Walisongo Karangmalang. Dalam materi itu juga disinggung tentang pencegahan penularan Covid-19,” kata Ediyati.
Sementara di lingkungan Pemkab Sragen tidak ada peringatan Hari Sumpah Pemuda. Para aparatur sipil negara (ASN) pun banyak yang tak mengenakan pakaian seragam batik Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri). Pasalnya, tidak ada surat edaran ihwal pemakaian seragam tersebut.
“Tidak ada edaran untuk pakai seragam Korpri. Pemakaian seragam Kopri itu situasional. Yang jelas dipakai setiap bulan sekali, yakni setiap tanggal 17 dan berdasarkan surat edaran,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Tatag Prabawanto.