SMANDA PEDULI DHARMA WANITA BERBAGI

SMA Negeri 2 Sragen | GURU |

Sragen. Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana (Upel) SMA Negeri 2 Sragen gelar Bakti Sosial (Baksos), Rabu, 27 April 2022 Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk peduli terhadap sesama, berbagi kebahagiaan, terlebih pada bulan Romadlon yang penuh berkah ini. Sasaran dalam kegiatan tersebut adalah anak yatim piatu, anak yatim/piatu, juga dhuafa.

Ada tiga titik dalam kegiatan ini, yaitu lingkungan sekolah, lingkungan sekitar, dan panti asuhan. Untuk lingkungan sekolah (murid) ada 42 orang yang mendapat santunan, terdiri dari 31 yatim piatu/yatim/piatu dan 11 orang tidak mampu.Untuk lingkungan sekitar ada 9 anak tidak mampu yang mendapat santunan, sedangkan  panti asuhan yang menjadi sasaran kegiatan adalah Panti Asuhan Al Karomah dan Yayasan Yalatim (Yayasan Lanjut Usia dan Anak Yatim) yang keduanya beralamat di Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen.

Sumber dana kegiatan tersebut berasal dari aksi spontan seluruh anggota  dharma wanita di lingkungan unit pelaksana SMA Negeri 2 Sragen untuk mengumpulkan donasi secara sukarela.Dari aksi tersebut terkumpul dana sebesar Rp7.810.000 yang semuanya  disalurkan dalam kegiatan santunan.

Dalam kegiatan baksos tersebut, dharma wanita juga bekerja sama dengan OSIS dan Rohis (Kerohanian Islam) SMA N2 Sragen yang sedang mengadakan kegiatan penyaluran zakat fitrah.. Sehingga santunan yang diberikan tidak hanya berupa uang untuk siswa dan lingkungan sekitar, untuk panti ditambah sembako (dari Dharma Wanita), tetapi juga berupa berupa beras (dari OSIS dan Rohis).

 Alhamdulillahhirobbil ‘alamin, ini semua karena petunjukNya, mampu membawa kita semua untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Puji syukur kepada Allah serta apresiasi dan terima kasih atas partisipasi seluruh keluarga besar SMA Negeri 2 Sragen telah mendukung kegiatan tersebut sehingga berjalan dengan lancar dan tepat sasaran. Semoga kita semua selalu bersyukur dan peduli terhadap sesama serta ringan tangan dan hati dalam berbagi dengan segala nikmat yang Allah berikan. Insyaa Allah, Allah akan mengganti dengan kenikmatan berlipat, bahagia dunia akherat.aamiin. Sekapur sirih dari ibu Karti Purwadi, Ketua Dharma Wanita Persatuan Upel SMA Negeri 2 Sragen mengakhiri kegiatan tersebut.

Sholat Jum’at Berjamaah dan Jum’at Berkah Guru SMA negeri 2 Sragen

SMA Negeri 2 Sragen | Agenda, ROHIS, SISWA | ,

SMA Negeri 2 Sragen mengadakan kegiatan sholat Jum’at berjamaah pada hari Jum’at, 11 Februari 2022, bertempat di Masjid Al Ihsan SMA negeri 2 Sragen. Acara ini dihadiri oleh siswa, guru dan karyawan SMA Negeri 2 Sragen.

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin untuk siswa dan semua guru/karyawan SMA Negeri 2 Sragen. Pelaksanaannya diawali dengan pemutaran Tilawatil Qur’an pada speaker masjid sekolah, kemudian siswa dan guru/pegawai mendatangi masjid sekolah. Petugas Khotib dijadwal dari guru SMA negeri 2 Sragen dan dari luar SMA negeri 2 Sragen. Untuk khotib dan Imam Jum’at hari ini disampaikan oleh bapak M. Nur Ahyani, M.Pd.I, yang bertugas di SMK Muhammadiyah 4 Sragen sebagai kepala sekolah.

Selain shalat Jum’at berjamaah, diadakan pembagian makanan dan minuman gratis kepada jama’ah shalat Jum’at atau biasa kita sebut Jum’at Berkah. Makanan dan minuman berasal dari dana Infaq masjid dan donatur infaq para guru & pegawai SMA negeri 2 Sragen.

Tujuan dari kegiatan ini agar Siswa, Guru dan Karyawan SMA Negeri 2 Sragen dapat  meningkatkan religiusitas terutama dalam hal peningkatan keimanan dan ketaqwaan, menumbuhkan semangat untuk berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul Khoirot) serta meningkatkan ukhuwah Islamiyah keluarga SMA Negeri 2 Sragen.

Pendampingan Individual ke-2 Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 4 SMA Negeri 2 Sragen

SMA Negeri 2 Sragen | GURU, Guru dan Karyawan, SISWA |

Sragen- Tiga  orang Calon Guru Penggerak dari SMA Negeri 2 Sragen, Ediyati Tri Setyoningsih, Titik Purwandari,  dan Nina Ariesta mendapatkan  kunjungan dari Pendamping(Pengajar Praktik)  pada hari  Kamis, 10 Februari 2022. Kegiatan kunjungan tersebut dalam rangka pendampingan Individual  bagi calon guru penggerak yang sedang mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) selama sembilan bulan.

Kegiatan pendampingan tersebut beragendakan monitoring, merekam aktivitas  dan evaluasi kegiatan Calon Guru Penggerak(CGP)  yang akan digunakan sebagai umpan balik dan  refleksi . Kegiatan Pendampingan akan dilakukan secara berkala setiap bulan sampai 9 bulan ke depan oleh pendamping masing-masing. Yakni Ibu  Endang Wahyuni,S.Pd.,M.Pd.pendamping dari Ibu Nina Ariesta, S.Pd. , Ibu Dra.Pancarini Dyah Rahayuningsih, S.Pd.,M.Pd. mendampingi Ibu Ediyati Tri Setyoningsih,S.Pd., dan Ibu Etik Riyaningsih,S.Pd.,M.Pd. mendampingi Ibu Titik Purwandari,S.Pd.,M.Pd.

Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Sragen, yang dalam hal ini diwakili oleh Bapak Darman,S.Pd.,M.Si. selaku Wakil Kepala Bidang Kurikulum menyambut dengan hangat dan mengapresiasi kegiatan ini. Beliau menyampaikan terima kasih kepada para pendamping, juga support dan motivasi kepada CGP, semoga selalu kreatif, inovatif, memotivasi dan memberi penularan ilmu kepada rekan sejawat serta memberi warna positif pada seluruh warga sekolah.

Kegiatan pendampingan, monitoring dan evaluasi diisi dengan wawancara  Pendamping (Pengajar Praktik) masing-masing  kepada CGP tentang segala aktivitas dan permasalahan serta tindak lanjut yang dilakukan oleh CGP selama sebulan. Instrumen wawancara tersebut antara lain tentang modul 1.1 Pemahaman filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara(KHD) dan modul 1.2 Nilai dan Peran Guru Penggerak, aplikasi aksi nyata, strategi, kendala, dukungan, rekomendasi  riil maupun pembelajaran secara daring di LMS .Kegiatan dilanjutkan dengan wawancara kepada 3 orang murid untuk meminta umpan balik tentang segala aktivitas CGP (tentang bagaimana CGP memposisikan murid, informasi interaksi pembelajaran, aktivitas pembelajaran, aksi nyata CGP dalam menerapkan filosofi  KHD di kelas, harapan murid, serta daya inovasi CGP saat pembelajaran). Umpan balik juga dimintakan dari 3 orang rekan sejawat dan kepala sekolah  dalam bentuk wawancara tertutup (kuesioner).         

Kegiatan  pendampingan tersebut diakhiri dengan refleksi dari pendamping yang diwakili oleh Ibu Endang Wahyuni,S.Pd.,M.Pd.. Beliau menyampaikan terima kasih atas sambutan yang luar biasa,juga apresiasi kepada  Ibu Titik, Ibu Ediyati dan  Ibu Nina sebagai CGP yang sudah mengaplikasikan peran dan nilai Guru Penggerak dalam bentuk aksi nyata yang mencerminkan filosofi KHD. Umpan balik dari Kepala Sekolah dan rekan sejawat yang merespon positif, serta umpan balik dari murid yang sangat senang belajar bersama CGP yang selalu menciptakan suasana pembelajaran yang kreatif,inovatif,menyenangkan dan berpihak pada murid. Semoga ke depan akan terus memberikan teladan, melaksanakan pembelajaran  sesuai filosofi KHD,mewujudkan profil pelajar pancasila, memberi pengaruh positif pada seluruh warga sekolah dan mampu mengemban amanah pendidikan. Semoga  selalu bersemangat dalam berkarya.

Deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) SMA Negeri 2 Sragen

SMA Negeri 2 Sragen | Agenda, GURU, Guru dan Karyawan, SISWA | ,

Sragen. SMA Negeri 2 Sragen  mengadakan Deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA), Kamis, 3 Februari 2022, bertempat di Aula SMA Negeri 2 Sragen. Dalam acara tersebut dihadiri oleh 130 orang terdiri dari 20 orang tamu undangan (dari Cabdin Wilayah IV, Muspika, Pengawas, Dinas PPKBPPA, Komite Sekolah, dan Perwakilan Wali Murid), 79 Guru dan Karyawan serta 31 Peserta Didik.

Acara dibuka dengan membaca  basmallah oleh pembawa acara, dilanjutkan  dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars SRA oleh tim smaradana , doa dipandu oleh Bapak M. Yusri, S.SI., sambutan Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Sragen, Bapak Drs.Purwadi,M.Pd., selaku tuan rumah. Sambutan kedua disampaikan oleh Kepala Dinas PPKBPPPA Kabupaten Sraken,dr.Udayanti Proborini,M.Kes..Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Pengawas Kabupaten Sragen yang diwakili oleh Bapak Tri Hartanto,S.Pd.,M.Pd.. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan sambutan Camat Sragen yang diwakili oleh Sekretaris Kecamatan, Ibu Ediati Wardaningsih,S.Sos. dan Kepala Cabang Dinas Wilayah IV yang diwakili oleh Plt.Kasi SMA/SLB Cabdin Wilayah IV Provinsi Jawa Tengah, Bapak Esti Murwanto,S.Pd.,M.H.

Agenda Inti kegiatan ini adalah mendeklarasikan SMA Negeri 2 Sragen sebagai sekolah Ramah Anak. Kegiatan Deklarasi tersebut ditandai dengan pembacaan naskah deklarasi SRA yang diwakili oleh beberapa unsur yakni, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Sragen, 2 Perwakilan OSIS SMA N 2 Sragen,6 orang Perwakilan Siswa, 2 orang dari Komite Sekolah, dan 6 orang perwakilan wali murid. Setelah pembacaan deklarasi dilanjutkan dengan pemotongan untaian bunga dan pemasangan PIN secara simbolis kepada Ketua OSIS oleh Kepala Sekolah dilanjutkan penandatanganan berita acara deklarasi.

Penandatanganan Berita acara Deklarasi diwakili oleh Kepala Sekolah (Bapak Drs.Purwadi,M.Pd.), perwakilan wali murid (Bapak Drs.Al Hanung Tri Wibowo), Komite Sekolah (Bapak Drs.H.M.Sauman,M.Pd.), perwakilan siswa oleh Ketua OSIS (Devandi Tri Yulianto) mengetahui Pengawas Sekolah, Plt.Kasi SMA/SLB Cabdin Wilayah IV Provinsi Jawa Tengah(Bapak Esti Murwanto,S.Pd.,M.H.) dan Ka.Dinas PPKBPPA (dr.Udayanti Proborini,M.Kes.)

Dengan diitandatanganinya berita acara deklarasi, maka SMA Negeri 2 Sragen telah resmi menjadi Sekolah Ramah Anak dengan konsep BERIMAN (Bersih, Aman, Ramah, Indah, Inklusif, Sehat, Asri, Nyaman)

Kegiatan deklarasi ini juga dimeriahkan oleh persembahan mars dan himne SMA N 2 Sragen oleh peserta didik yang tergabung dalam ekskul Smaradana, tari gambyong dan tari saman dari teter Hiterogen (Himpunan teter tarii sragen). Acara  berjalan dengan lancar dan berkesan, selanjutnya diakhiri dengan bacaan hamdallah bersama dipandu oleh pembawa acara.\

DOKUMENTASI

 

Apel Pagi di SMAN 2 Sragen: Wujud Peningkatan Wawasan Kebangsaan Serta Cinta Tanah Air

SMA Negeri 2 Sragen | GURU, Guru dan Karyawan |

Senin, 3 Januari 2022, Seluruh Warga SMAN 2 Sragen mengadakan Apel Pagi sebagai bentuk tindaklanjut dari Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia nomor B/86/M.KT.00/2021 tanggal 14 Juli 2021 perihal Himbauan Pelaksanaan Apel Pagi di ligkungan Instansi Pemerintah, yang bertempat di halaman depan SMAN 2 Sragen. Apel pagi yang dilaksankan pada awal tahun 2022 ini, juga sebagia bentuk komitmen Seluruh Warga SMAN 2 Sragen dalam menyambut Tahun Baru dengan semangat yang membara. Pelaksanaan apel pagi sesusi edaran surat Menteri PANRB RI diikuti oleh seluruh pejabat dan pegawai di lingkungan kantor masing-masing, dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Kegiatan Apel dilaksanakan secara fisik dan virtual, dengan memperhatikan jumlah peserta, jarak aman, protokol kesehatan dan perkemabnagan kasus Covid-19 di masing-masing wilayah kantor masing-masing;
  2. Kegiatan Apel diikuti oleh seluruh pegawai baik yang melaksanakan tugas kedinasan di kantor (work from office) maupun yang melaksanakan tugas kedinasan di rumah (work from home); dan
  3. Kegiatan Apel tidak mengurai kualitas dan kelancaran pelayanan kepada masyarakat.

Penyelenggaraan apel pada hari Senin pagi akan rutin dilaksankan setiap minggunya, terhitung sejak hari kerja pertama di tahun 2022 yaitu pada Senin, tanggal 3 Januri 2022. Apel Pagi ini dilaksankaan dalam rangka memelihara dan meningkatkan wawasan kebangsaan serta cinta tanah air, pengabdian terhadap Negara dan rakyat Indonesia, serta untuk menumbuhkan disiplin Pegawai Aparatur Sipil Negara di lingkungan Instansi Pemerintah.

Acara apel pagi yang dilaksankan di SMAN 2 Sragen diawali dengan pengarahan dari Plt. Kepala Sekolah SMAN 2 Sragen Bapak Sukarno, S.Pd., M.Si. yang menghimbau Bapak/Ibu guru untuk selalu mematuhi Protkol Kesehatan, dan tetap semangat dalam melaksanakan kewajibannya sebagai Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Selain itu disampaiakan juga bahwasananya dalam melaksakana kewajibannya Bapak/Ibu guru dan Tenaga Kependidikan harus selalu mematuhi surat edaran yang berlaku tentang WFO (work from office) dan WFH (work from home) yang masih berlaku 50% dari seluruh jumlah warga sekolah, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi menyebarnya virus corona. Tidak lupa Plt. SMAN 2 Sragen juga mengingatkan Bapak/Ibu guru untuk selalu mengisi SKP dan Siadik sesuai edaran yang berlaku. Selain Bapak Sukarno, S.Pd., M.Si., Bapak Darman, S.Pd., M.Si sebagai Waka Kurikulum juga menyampaikan system pembelajaran pada tahun 2022 yang masih mengharuskan seluruh siswa untuk mengikuti PTM terbatas dengan jumlah 50% dengan dilengkapi model Hybrid yang mengikuti kelas pembelajaran daring atau luring, dan bergantian. Rangkaian acara apel pagi SMAN 2 Sragen berjalan dengan khidmat, mulai dari penghormatan Bendera Merah Putih dan ditutup dengan pembacaan do’a

Workshop DAPODIK dan Verval TPG pada Satuan Pendidikan serta Pengukuhan Koordinator Layanan Pendidikan.

SMA Negeri 2 Sragen | Uncategorized |

Sragen. MKKS SMA Kab. Sragen mengadakan Workshop  persiapan launching “DAPODIK (Data Pokok Pendidikan) Versi Tahun 2022 pada Satuan Pendidikan SMA Negeri dan Swasta, Selasa, 28 Desember 2021, bertempat di Aula SMA Negeri 2 Sragen. Acara dihadiri oleh seluruh kepala sekolah dan operator dapodik SMA Negeri dan swasta di Kab. Sragen, dengan narasumber Bpk. Suhud Maryono, S.Pd.,M.H. selaku koordinator dapodik dan simtun Kab. Sragen.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Sragen, Bapak Sukarno, S.Pd.,M.Si. selaku tuan rumah. Sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Drs. Wasiyo, M.Pd. selaku Ketua MKKS Kab. Sragen.

Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan Pengukuhan dan Penyerahan Surat Keputusan Koordinator Layanan Pendidikan SMA Kab. Sragen dengan tujuan memperlancar berbagai urusan layanan pendidikan. Adapun Tim Koordinator masa bakti tahun 2022-2025 tersebut adalah Gita Eka Setyasari, S.Pd., Koordinator DAPODIK, Sarjito Hadi Surjo, Koordinator TPG, Tri Karyanto., S.Pd, Koordinator PPDB, Ahmad Taufik Setiawan, S.Pd, koordinator ANBK, Farida Ika Astuti, S.Kom., Koordinator PIP, Nino Ardi Mariana,S.E., Koordinator asset, Dra. Ambar Sulistyani Koordinator SIPERKASA dan Ahmad Naa’im, S.Pd., Koordinator PMP. Dalam kesempatan tersebut, Drs. Wasiyo,M.Pd. selaku ketua MKKS menyerahkan SK Koordinator sekaligus memberikan  ucapan selamat bekerja dan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan dilandasi rasa ikhlas.

Kegiatan workshop ini juga menjadi kegiatan dialog interaktif antara operator dan kepala sekolah, khususnya tentang Dapodik dan juga permasalahan pencairan TPG di SMA Kab. Sragen, ke depan kegiatan seperti ini akan menjadi agenda rutin dan akan dilaksanakan setiap bulan untuk menghasilkan pelayanan yang prima bagi peserta didik, pendidik, dan tendik. Acara diakhiri dengan bacaan doa yang dibacakan oleh Bapak Ahmad Taufik Setiawan, S.Pd.

LAPORAN AKSI NYATA MODUL 1.4 PENERAPAN BUDAYA POSITIF

SMA Negeri 2 Sragen | Uncategorized | ,

LAPORAN AKSI NYATA MODUL 1.4 PENERAPAN BUDAYA POSITIF

TUGAS INDIVIDU MODUL 1.4.a.10 AKSI NYATA

Nina Ariesta

SMAN 2 Sragen

Calon Guru Penggerak Angkatan 4 Kabupaten Sragen

1.       Latar Belakang

Kesadaran dalam menerapkan disiplin positif di lingkungan SMAN 2 Sragen mayoritas masih berdasarkan motivasi ekstrinsik. Realisasi di lapangan  masih menganut reward dan punishment. Komunikasi yang dibangun masih satu arah, peran atau kontrol guru  hanya sebagai penghukum bagi murid, belum mencapai tahap manajer seperti kondisi ideal yang diharapkan.

Kondisi ideal dalam  menanamkan sikap disiplin pada murid  harus bermula dari kesadaran diri atau  tumbuhnya motivasi intrinsik. Menanamkan Budaya positif di sekolah   juga merupakan upaya untuk mewujudkan  Profil Pelajar Pancasila. Upaya lain yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran murid menjadi pribadi yang berempati dan berbudaya disiplin positif adalah membangun komunikasi  yang baik.

Oleh karena itu untuk mewujudkan hal tersebut, keyakinan kelas dan kampanye budaya positif 5 S dipilih sebagai salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan  motivasi intrinsik mewujudkan disiplin positif di SMAN 2 Sragen.

2.     Deskripsi Aksi Nyata

  A.  Tujuan  Aksi nyata

  • Terwujudnya visi sekolah melalui budaya positif
  • Terbentuknya karakter disiplin yang kuat
  • Menumbuhkan dan menguatkan karakter positif melalui pembiasaan-pembiasaan positif.
  • Menumbuhkembangkan karakter profil pelajar pancasila yaitu pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai pancasila.

B.  Tolok Ukur

Untuk mengetahui dan mengontrol sejauh mana kegiatan ini dilaksanakan serta  terarah pada tujuan yang sudah ditetapkan, maka tolak ukur yang digunakan adalah sebagai berikut:

  • Terbentuknya keyakinan kelas sebagai landasan dalam memecahkan permasalahan yang ada di kelas. Keyakinan kelas ini dibentuk dan disepakati oleh murid dan wali kelas.
  • Konsistensi peserta didik (murid) dan wali kelas dalam menjalankan keyakinan kelas
  • Murid sudah menunjukkan menguatnya karakter positif seperti religius, disiplin, peduli, toleransi, gotong royong, dan bertanggung jawab pada proses pembelajaran, kegiatan di sekolah, maupun dalam kehidupan sehari-hari.
  • Membudayanya budaya positif 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan dan Santun

C.  Linimasa tindakan yang akan dilakukan:

  • Mengomunikasikan dengan pihak-pihak terkait, Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah dan semua warga SMAN 2 Sragen.
  • Sosialisasi Budaya positif 5S, berupa pembagian poster kepada seluruh warga di sekolah.
  • Membuat Keyakinan kelas dengan kelas XI MIPA 6.
  • Merefleksi kegiatan dalam rangka membudayakan kebiasaan positif di sekolah

D. Dukungan Yang dibutuhkan

  • Kepala Sekolah dan Rekan Sejawat
  • Orang tua / Komite
  • Murid
  • Sarana dan Prasarana
  • Media yang diperlukan

Dalam menciptakan budaya positif di sekolah dibutuhkan sinergi antarpemangku kepentingan di sekolah. Sehingga budaya positif  tersebut dapat menjadi suatu kekuatan unuk menerapkan disiplin positif sekolah. Strategi yang saya  lakukan untuk menanamkan  budaya positif di sekolah adalah membuat keyakinan kelas dan  kampanye budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan dan Santun) kepada seluruh warga sekolah.Strategi ini saya lakukan sebagai  penguatan budaya positif yang sudah ada di sekolah kami, yaitu  SMANDA SMART (Santun, Mandiri, Aktif, Religius, Tangguh). Budaya positif tersebut sering disosialisasikan dengan menggunakan sebagai jargon sekolah.

Langkah pertama dalam menyusun keyakinan kelas yaitu memberikan pertanyaan pemantik kepada murid, dari pertanyaan tersebut akan  muncul harapan-harapan yang diimpikan murid dalam proses pembelajaran. Murid menuliskan keinginan / harapan untuk kelas yang diinginkan di dalam kertas yang sudah dibagi oleh guru kemudian menempelkan tulisannya di kertas yang sudah disediakan.Hasil tulisan dari semua murid menjadi draft keyakinan dan komitmen bersama. Murid merespon, guru sebagai kontrol kelas mengarahkan bagaimana agar keinginan-keinginan yang mereka tuangkan dalam kertas dapat terwujud.

Selain menyusun keyakinan kelas, tindakan untuk menanamkan budaya positif, saya melakukan kampanye budaya positif 5 S ( Senyum, Sapa, Salam, Sopan dan Santun). Dimulai dari mendesain poster untuk disebarluaskan kepada warga di sekolah, selanjutkan melakukan kampanye dengan membagikan poster. Poster berisi ajakan berbudaya positif 5 S dan manfaat yang bisa diambil dari budaya positif 5S tersebut

3.      Hasil Aksi Nyata

Adapun hasil dari tindakan aksi nyata yang sudah dilakukan adalah :

  • Terbentuknya keyakinan kelas, yang sudah disepakati bersama dan akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Respon peserta didik tentu saja merasa senang dan apresiatif, mereka bersemangat melakukan perubahan sesuai keyakinan kelas. Bersemangat untuk menyepakati keyakinan karena motivasi intrinsik untuk menjadi lebih baik.
  • Menguatnya budaya positif 5S ( Senyum, Sapa, Salam, Sopan dan Santun) kepada semua warga sekolah.
  • Menguatnya karakter-karakter positif dari murid dan warga sekolah
  • Adanya poster keyakinan kelas yang dipajang di kelas –kelas
  • Poster Budaya positif 5 S di kelas-kelas

4.      Pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan

Pembelajaran yang didapatkan dari pelaksanaan tindakan aksi nyata dalam membangun budaya positif ini adaah :

  • Pentingnya membuat keyakinan kelas untuk menumbuhkan motivasi intrinsik pada diri murid.
  • Adanya dukungan dari berbagai pihak terkait sarana dan prasarana yang memadai dalam usaha membangun disiplin positif.
  • Semua warga yang terlibat sangat antusias menerima perubahan demi budaya positif yang ingin dicapai. Jika budaya positif terlaksana dengan baik, hal baik yang akan muncul adalah ditandai dengan kesadaran secara inrinsik dalam menerapkan budaya positif.

5.      Rencana Perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang

Aksi nyata ini akan diprogramkan secara berkelanjutan pada setiap awal tahun pelajaran. Kolaborasi  antara guru dan murid dalam menyusun  keyakinan kelas yang berpusat pada murid ini, berisi aspirasi  semua peserta didik. Tahapan refleksi akhir semester akan dijadikan acuan pelaksanaan pembelajaran di semester berikutnya. Agenda kegiatan berikutnya adalah  sharing dan kolaborasi antar guru mata pelajaran di SMA N 2 Sragen.

Kegiatan selanjutnya adalah menyosialisasikan budaya positif kepada semua pemangku kepentingan, pengimbaskan disiplin positif pada peserta didik, menampung aspirasi dari peserta didik. serta memberi apresiasi terhadap kemajuan dan perkembangan peserta didik atas pencapaiannya membudayakan budaya positif.

Perubahan yang akan dilakukan, mulai dari diri sendiri adalah berusaha untuk komitmen pada keyakinan kelas yang sudah disepakati, membiasakan diri dengan budaya 5 S, dan menerapkan kedisiplinan. Menerima dan memberikan aspirasi murid  dalam menentukan daftar keyakinan kelas bersama. Melakukan refleksi bersama atas kesepakatan yang diberlakukan. Perubahan yang diharapkan akan dirasakan, mampu berempati kepada murid, karena lebih banyak mendengar daripada menginstruksikan, lebih banyak menerima aspirasi ketimbang arahan-arahan yang tidak efektif.

6.     Dokumentasi

Proses dan hasil pelaksanaan berupa foto-foto atau video singkat

  •  








Proses membuat keyakinan kelas










Kesepakatan Kelas





Budaya 5 S
(Senyum, Sapa, Salam, Sopan dan Santun
























Kampanye Budaya 5S kepada guru dan murid
















Budaya positif melaksanakan
keyakinan kelas menjaga
kebersihan, keindahan dan
kenyamanan kelas

Peringati Hari Guru, Siswa SMAN 2 Sragen Ikuti Lomba Puisi dan Video

SMA Negeri 2 Sragen | Uncategorized | ,
 Seorang siswi membacakan puisi yang dipersembahkan untuk guru pada momen Hari Guru di SMAN 2 Sragen, Kamis (25/11/2021). (Istimewa/Ediyati Tri S.)
Para siswa di SMAN 2 Sragen mempersembahkan puisi kepada para guru pada peringatan Hari Guru, Kamis (25/11/2021).

Solopos.com, SRAGEN – Para siswa di SMAN 2 Sragen mempersembahkan puisi kepada para guru pada peringatan Hari Guru, Kamis (25/11/2021). Para siswa yang menyebar di 30 kelas itu berkompetisi untuk membuat puisi terbaik yang dipersembahkan kepada para gurunya.

Seorang guru mata pelajaran bahasa Indonesia yang juga anggota staf Humas SMAN 2 Sragen, Ediyati Tri S., kepada Solopos.com, Jumat (26/11/2021), menyampaikan selain membuat puisi para siswa juga membuat video. Para siswa membuat ucapan dan harapan untuk para guru. Seperti yang dilakukan para siswa Kelas XII MIPA 3 yang membuat video berdurasi 40 detik.

Secara bergantian mereka secara menyampaikan kata-kata puitis untuk guru. “Ku ingat dengan jelas nasihat-nasihatmu. Kini, aku memahami semua orang hebat adalah berkat guru yang penuh tekad,” ujar para siswa itu.

Ediyati menerangkan setiap karya siswa baik puisi dan video diseleksi dan diambil yang terbaik untuk dibacakan dalam momen Hari Guru. Dari 30 kelas, kata Ediyati, Kelas X IPS 1 yang terpilih menjadi juara.

Puisi karya siswa Margaretha Adinda dengan judul Tanda Terima Kasih. Puisi itu dibacakan Charissa Naflah Imtinan, siswi Kelas XI IPS 1, dalam momentum Hari Guru.

“Sementara untuk video terbaik dari Kelas X MIPA 5 dan Kelas X MIPA 4. Dalam peringatan Hari Guru, para guru mengenakan pakaian kebaya. Selain itu para siswa juga melepas balon sebagai wujud terima kasih kepada guru. Pemenang lomba mendapatkan penghargaan dari guru,” ujarnya.

Sumber : https://www.solopos.com/peringati-hari-guru-siswa-sman-2-sragen-ikuti-lomba-puisi-dan-video-1203816?utm_source=terkini_desktop

Peringati Sumpah Pemuda, 78 Guru SMAN 2 Sragen Kenakan Pakaian Adat

SMA Negeri 2 Sragen | Uncategorized |
 Para siswa mengangkat tangan ke atas saat kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan guru yang berpakaian adat di SMAN 2 Sragen, Kamis (28/10/2021). (Istimewa/SMAN 2 Sragen)
Guru dan Karyawan SMAN 2 Sragen ingin memberikan teladan tentang toleransi kepada siswa dengan menggunakan pakaian adat di Hari Sumpah Pemuda.

Solopos.com, SRAGEN — Sebanyak 78 orang guru dan karyawan SMAN 2 Sragen mengenakan pakaian adat dari berbagai suku bangsa di Indonesia, Kamis (28/10/2021). Aksi ini dilakukan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-93.

Mereka memakai pakaian adat untuk memberikan contoh kepada para siswanya guna menumbuhkan persatuan dan kesatuan bangsa. Mereka juga mencoba meningkatkan sikap nasionalisme, toleransi, dan hormat menghormati antarsuku bangsa.

Anggota staf Humas SMAN 2 Sragen, Ediyati Tri S, menyampaikan yang mengenakan pakaian adat di sekolah hanya guru dan karyawan. Para siswanya tetap mengenakan seragam. Dia menerangkan para guru dan karyawan ingin memberi teladan kepada para siswa agar memahami budaya daerah dari berbagai suku bangsa di Indonesia.

“Selain itu, dengan berpakaian adat itu juga menunjukkan persatuan dan kesatuan bangsa dan menumbuhkan sikap nasionalisme. Hal ini kami lakukan dengan mengambil momentum Hari Sumpah Pemuda. Hal ini juga untuk menanamkan semangat Sumpah Pemuda. Para pemuda datang dari berbagai daerah untuk berkomitmen menjadi satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air Indonesia,” katanya, saat dihubungi Solopos.com, Kamis siang.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda itu, kata guru Bahasa Indonesia itu, juga diisi dengan kegiatan sosialisasi deteksi dini kesehatan remaja oleh DPRD Provinsi Jawa Tengah. Sosialisasi itu dilakukan secara virtual di Aula SMAN 2 Sragen dan diikuti 100 siswa dan lima guru.

“Para siswa yang ikut berasal dari OSIS, PMR, Pramuka, BK, dan UKS. Kegiatan ini juga diikuti perwakilan dari SMA lainnya, seperti SMAN 1 Sragen, SMAN 3 Sragen, dan SMA Walisongo Karangmalang. Dalam materi itu juga disinggung tentang pencegahan penularan Covid-19,” kata Ediyati.

Sementara di lingkungan Pemkab Sragen tidak ada peringatan Hari Sumpah Pemuda. Para aparatur sipil negara (ASN) pun banyak yang tak mengenakan pakaian seragam batik Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri). Pasalnya, tidak ada surat edaran ihwal pemakaian seragam tersebut.

“Tidak ada edaran untuk pakai seragam Korpri. Pemakaian seragam Kopri itu situasional. Yang jelas dipakai setiap bulan sekali, yakni setiap tanggal 17 dan berdasarkan surat edaran,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Tatag Prabawanto.

Sumber : https://www.solopos.com/peringati-sumpah-pemuda-78-guru-sman-2-sragen-kenakan-pakaian-adat-1183308?utm_source=terkini_desktop